JURNAL SANTRI UNTUK NEGERI

Jendela Dunia

AWAL

pada Oktober 15, 2014

Suatu pepatah mengatakan ‘untuk memulai sesuatu memang sangat sulit, tapi percayalah setelahnya akan terasa lebih mudah’.

Pra-Registrasi

Lulus MI, lalu mau lanjut dimana? Biasanya yang ada di benak siswa SD/MI adalah lanjut di SMP favorit di daerahnya masing-masing. Sama halnya dengan aku. Aku pun sempat berpikiran akan melanjutkan di SMP favorit. Tapi tiba-tiba saja orang tua menawarkan suatu pilihan yang menurutku cukup menantang saat itu, yaitu lanjut ke pesantren. Hanya ada satu alasan yang membuatku menerima tantangan itu. PENASARAN. Yah, aku penasaran seperti apa sih rasanya menuntut ilmu di pesantren. Akhirnya saat dibagikan lembar rencana siswa setelah MI, aku pun menuliskan ‘PESANTREN’. Pilihan saya di lembar rencana tsb memunculkan banyak pertanyaan dari guru-guru dan teman se-angkatan. Mereka ingin memastikan apakah aku benar-benar akan lanjut ke pesantren dan entahlah saat itu keyakinanku sudah bulat. Jadi berbagai bentuk ‘perhatian’ mereka akan rencanaku itu justru membuatku terpicu dan lebih tertantang untuk membuktikan bahwa pilihanku adalah tepat. Yah, saat itu memang persepsi dan kesan terhadap pesantren di daerahku dan mungkin berbagai daerah di Indonesia masih dipandang sebelah mata dan lebih banyak stempel negatifnya. Dan hal itu yang menjadikan suatu spirit tersendiri dari orangtua ku bahwa pesantren adalah tempat yang mulia dan yang membuat pesantren tidak mulia adalah anggapan dari masyarakat bahwa pesantren adalah tempat pembuangan atau pelarian bagi anak yang bermasalah.

Sebelum akhirnya mendaftar di pesantren pun niat dan tekadku serta kedua orangtua diuji kualitasnya. Saat berpamitan dengan guru-guru di sekolahku, pak kepsek mengatakan bahwa besok (hari yang sama aku akan ke pesantren) akan ada ujian seluruh perwakilan dari SD/MI se-kecamatan dengan nilai tertinggi untuk menentukan siapakah yang berhak menjadi juara dengan nilai tertinggi se-kabupaten Tegal dan akan diberikan penghargaan oleh pemerintah daerah. Aku pun sempat goyah dan memutuskan untuk bertanya pada orang tua, namun ternyata orang tua tetap menginginkan aku untuk survei dan daftar di pesantren di hari yang sama yang memang sudah direncanakan sebelumnya. Maka keputusan sudah bulat dan aku tetap ke pesantren malam harinya.

Pilihan yang cukup sulit itu ternyata membuahkan kenikmatan tersendiri. Hari saat aku dan orang tua datang ke pesantren bertepatan dengan malam haul dan takhtiman santri. Singkat cerita, saya pun diterima setelah mengikuti berbagai tes dan seleksi administrasi hingga kemudian saat sowan ke pengasuh, beliau memberikan tiket masuk ke acara haul dan takhtiman secara cuma-cuma dan kami sekeluarga pun dapat mengunjungi acara dan mendengarkan ceramah keagamaan yang sangat memukau oleh KH.A.Musthofa Bisri atau yang akrab dikenal ‘Gus Mus’.

Hari 1

Aku Menangis. Karena menahan lapar. Lebih tepatnya merutuki kelalainku dan rasa gengsiku untuk bertanya.

Saat itu, aku masuk ke asrama putri ba’da dhuhur. Ditempatkan di sebuah kamar yang ternyata beberapa waktu setelah itu berubah fungsi menjadi kantor asrama putri. Barang-barang bawaan dan barang yang didapatkan dari pengurus pondok pun tersusun rapi di kamar itu. Bersama dua orang teman asli brebes aku pun mencoba beradaptasi di Asrama. Lelah terasa setelah cukup lama berkenalan dengan teman-teman. Singkat cerita aku pun tertidur dengan menggunakan kasur lantai dengan tinggi sekitar 5 cm dan masih terasa sangat keras. Aku terbangun saat sudah memasuki waktu maghrib. Aku pun segera bergegas sholat. Selesei sholat, rasa lapar semakin terasa dan aku mengira mungkin belum waktunya makan. Ternyata perkiraanku salah total, menjelang pukul 08.00 malam aku memberanikan diri untuk bertanya pada temanku. Jawabannya membuatku shock. Waktu makan sudah lewat 2,5 jam yang lalu dan tidak ada jadwal makan susulan. Alhasil, sepanjang malam itu aku harus menahan rasa lapar dan tanpa terasa aku menangis hingga akhirnya tertidur sampai pagi.

Jadi, turuti saja kata PEPATAH untuk rajin bertanya🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s