JURNAL SANTRI UNTUK NEGERI

Jendela Dunia

Berbagi Cerita tentang LPDP

pada Desember 16, 2015

Salam sukses untuk semuanya. Kali ini saya menuliskan pengalaman saya saat mengikuti seleksi beasiswa LPDP karena terinspirasi dari beberapa teman yang bertanya bagaimana sih pengalaman dan tips serta triknya dalam mengikuti seleksi beasiswa LPDP.

Saya sendiri mulai mendaftarkan diri mengikuti seleksi beasiswa LPDP pada bulan Oktober kemarin hingga kemudian pada hari Kamis, 10 Desember 2015, pukul 16.25 WIB saya mendapatkan email pemberitahuan hasil seleksi substansi LPDP. Alhamdulillah setelah masa penantian selama 20 hari, sore itu saya dinyatakan ‘LULUS’ seleksi substansi, artinya saya sudah ditetapkan sebagai penerima beasiswa LPDP. Tapi masih ada satu agenda lagi yang WAJIB diikuti yaitu PK (Persiapan Keberangkatan) yang akan dilaksakanakan kurang lebih selama satu minggu.

  1. Apa sih LPDP itu?

Program beasiswa LPDP bertujuan untuk mencetak pemimpin dan profesional untuk menjadi lokomotif kemajuan Indonesia di masa depan. Ada beberapa jenis Beasiswa Pendidikan LPDP antara lain Beasiswa Magister Doktor, Beasiswa Tesis Disertasi, Beasiswa Spesialis Kedokteran, Beasiswa Afirmasi, dan Presidential Scholarship

Adapun Program Beasiswa Magister dan Doktor LPDP adalah program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Indonesia melalui pemanfaatan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Kementerian Keuangan RI untuk studi program Magister dan Doktor.

Beasiswa LPDP dibuka sepanjang tahun dengan 4 kali seleksi yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Pendaftaran harus dilakukan minimal 6 bulan sebelum rencana perkuliahan. Adapun pendaftaran dilakukan secara online melalui website di http://www.lpdp.kemenkeu.go.id.

  1. Persyaratan Pendaftaran

Persyaratan yang dibutuhkan untuk mendaftar seleksi beasiswa magister LPDP dapat dilihat dan didownload pada website resmi LPDP. Secara singkat persyaratannya terdiri dari:

  • Ijazah
  • Transkip nilai
  • Sertifikat bahasa asing. Untuk studi program Magister di dalam negeri, skor minimal: TOEFL ITP® 500/iBT® 61/IELTS™ 6,0/TOEIC® 600. Untuk studi program Magister di luar negeri, skor minimal: TOEFL ITP® 550/TOEFL iBT® 79/ IELTS™ 6,5/TOEIC® 750.
  • Rencana studi
  • Surat pernyataan
  • Telah mendapatkan izin dari atasan bagi yang sedang bekerja;
  • Surat keterangan berbadan sehat dan bebas narkoba (untuk semua pelamar tujuan dalam negeri serta luar negeri) dan untuk tujuan ke luar negeri ditambah dengan bebas TBC yang dinyatakan oleh dokter dari Rumah Sakit Pemerintah;
  • Telah mendapatkan rekomendasi dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak sedang bekerja, atau rekomendasi dari atasan bagi yang sedang bekerja;
  • Memiliki dan memilih bidang keilmuan yang sesuai dengan bidang keilmuan yang menjadi sasaran LPDP;
  • Memilih program studi dan Perguruan Tinggi yang sesuai dengan ketentuan LPDP;
  • Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya” dan “Sukses Terbesar dalam Hidupku”;
  • Menyerahkan Suat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dibawa pada waktu seleksi wawancara;
  • Usia maksimum pelamar pada 31 Desember di tahun pendaftaran adalah 35 (tiga puluh lima) tahun,
  • Telah menyelesaikan studi pada program sarjana/sarjana terapan dan tidak berlaku bagi mereka yang telah menyelesaikan program magister baik dalam maupun luar negeri.
  • Mempunyai Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari Perguruan Tinggi tujuan yang ada dalam daftar LPDPatau Jika tidak memiliki LoA Unconditional (a.3), pendaftar wajib memiiki IPK minimum 3,00 pada skala 4 dan memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris yang diterbitkan oleh ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang masih berlaku atau bahasa asing lainnya yang ditentukan LPDP:
  • Jadwal rencana perkuliahan dimulai paling cepat 6 (enam) bulan setelah penutupan pendaftaran di setiap periode seleksi.
  • Sanggup menyelesaikan studi program magister sesuai masa studi yang berlaku, paling lama 2 (dua) tahun,
  • Memiliki dokumen resmi TPA/GRE/GMAT/LSAT (jika ada),
  1. Apa saja tahapan seleksinya?

Ada 2 tahapan seleksi yaitu:

A. Seleksi Administratif

Administrasi yang harus dipenuhi adalah yang telah disebutkan pada persyaratan di atas.

  1. Form pendaftaran

Form diisi secara online di website LPDP. dokumen-dokumen pendukung untuk pengisian form harus disiapkan karena diminta untuk melampirkan scan ijazah, study plan, essay, LoA, transkrip nilai, sertifikat TOEFL, surat keterangan sehat dan bebas narkoba, KTP, dan surat rekomendasi. Semua dokumen di attachdalam bentuk pdf.

Form pendaftaran pada saat saya mendaftar bulan oktober kemarin memuat tentang data pribadi, rencana perkuliahan, data orang tua (dicantumkan juga pekerjaan dan penghasian perbulan), riwayat pendidikan (disebutkan juga nilai akhir sekolah atau IPK), riwayat pekerjaan (instansi, posisi, tahun masuk-keluar, dan pendapatan), pengalaman organisasi (jenjang pendidikan, organisasi, tahun, bulan, posisi), prestasi (tahun, prestasi, tingkat), bahasa (bahasa, skor, tahun sertifikat, dan masa berlaku), pengalaman pelatihan/workhsop (jenis pelatihan, institusi penyelenggara, dan tanggal pelaksanaan), pengalaman riset (tahun, judul riset, dan sumber dana), karya ilmiah (tipe, tahun, judul, penerbit/jurnal/media), konferensi dan seminar (tahun, judul kegiatan, penyelenggara, dan partisipasi), penghargaan (tahun, bentuk penghargaan, dan pemberi). Di bagian akhir CV juga diminta melampirkan tiga essay yang ditulis, yaitu study plan, essay ‘kontribusiku bagi Indonesia’, dan essay ‘sukses terbesar dalam hidupku’. Oiya, format form online ini sewaktu-waktu bisa berubah yaah.

2. LoA

Untuk mendapatkan LoA (Letter of Acceptance), teman-teman harus Apply ke Universitas, memenuhi requirementsnya atau mengikuti ujian masuk, dan kalau lulus baru mendapatkan LoA. LoA sendiri ada dua jenis, yaitu conditional LoA dan unconditional LoA. Conditional LoA diperoleh jika diterima di Universitas dengan lulus bersyarat, misalnya karena skor TOEFL kurang. Sedangkan Unconditional LoA diperoleh jika diterima di Universitas tanpa syarat. Jadi, dipastikan saat apply ke Universitas bisa dapat unconditional LoA.

3. sertifikat Bahasa Asing

TOEFL/IELTS, jika belum punya unconditional LoA maka skor TOEFL/IELTS harus memenuhi syarat LPDP. Kalau belum memenuhi syarat sebaiknya tidak perlu apply dulu, karena kalaupun lolos seleksi dokumen belum tentu lolos di tahap berikutnya. Jika memang teman-teman berencana untuk mengikuti seleksi beasiswa LPDP, maka sebaiknya sudah mengantongi sertifikat TOEFL jauh-jauh hari sebelumnya.

4. Study Plan

Study plan. Rencana studi yang saya buat menjelaskan latar belakang pendidikan S1, manfaat yang didapatkan selama kuliah S1, sekilas tentang tugas akhir saya dan keterkaitannya dengan kompetensi sarjana, alasan lanjut studi, alasan pemilihan univ dan program studi, waktu pembelajaran, rincian kurikulum, biaya operasional pendidikan dan dana pengembangan, rencana tesis, dan rencana setelah studi S2 selesai.

Pembuatan studi plan harus seefektif dan seefisien mungkin (maksimal 2 halaman) dan menonjolkan kontribusinya bagi pembangunan indonesia. Pemilihan jurusan tidak harus linier, namun harus dipaparkan dengan jelas alasan pemilihan jurusan tersebut sehingga dapat meyakinkan reviewer bahwa pilihan tersebut memang layak. Study plan ini menjadi bahan yang ditanyakan reviewer saat saya mengikuti seleksi wawancara. Jadi, kuasai dengan sebaik mungkin apa yang kita tulis dalam study plan kita.

5. Essay

Ada 2 essay yang harus ditulis, yaitu essay tentang ‘kontribusiku bagi Indonesia’ dan ‘Sukses Terbesar dalam Hidupku’. Kedua tema essay yang disyaratkan ini menunjukkan siapa diri kita. Essay yang pertama, bisa menceritakan kontribusi yang telah, sedang, dan akan saya lakukan untuk masyarakat/lembaga/instansi/profesi komunitas saya. Cukup 500-700 kata ya teman-teman.

Adapun untuk essay yang kedua, terserah teman-teman mau mendefinisikan ‘sukses’ seperti apa, karena menurut saya sukses tidak harus merujuk pada prestasi akademik, achievement, atau sejenisnya. Saya sendiri membuka tulisan essay saya dengan kutipan definisi sukses yaitu ‘Success is not about how many money you can get, not about how many property you can collect, its about how many people you can bring from the meaningless to be meaningful’.

Mengutip dari tulisan awardee yang lain, calon pelamar yang dokumennya bagus, based on cerita-cerita, rata-rata saat wawancara juga santai. Sepertinya memang sudah ada screening bagi yang dokumennya bagus. Intinya kualitas dokumen terutama CV, essai, study plan atau reserach plan sangat mendukung tahap selanjutnya.

6. Surat Rekomendasi

Surat rekomendasi dibuat oleh satu orang, diutamakan atasan atau dosen atau tokoh masyarakat yang sangat mengetahui dan mengenal pribadi dan potensi kita. Surat rekomendasi saya dibuat oleh dosen pembimbing akademik saya. Format surat rekomendasi bisa dilihat di booklet pedoman beasiswa LPDP.

B. Seleksi Substansi

Informasi penting yang harus diperhatikan saat seleksi substansi antara lain:

  1. Wajib berpakaian rapi dan sopan selama kegiatan seleksi berlangsung
  2. Membawa Dokumen Asli (Bukan Fotocopy/Legalisir/hasil Scan), dan Mengurutkan Dokumen dengan Susunan yang ditetapkan oleh LPDP

Seleksi substansi terdiri dari:

  1. Verifikasi Dokumen
  2. Wawancara
  3. On the spot essay writing
  4. Leaderless Group Discussion (LGD)

Untuk penjelasan seleksi substansi tunggu postingan berikutnya yaaa teman-teman, Salam Sukses !!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s