JURNAL SANTRI UNTUK NEGERI

Jendela Dunia

Berbagi Cerita tentang LPDP (2)

pada Desember 17, 2015

Kali ini saya akan menceritakan step by step selama tahap seleksi substansi.

Saya kebetulan mendapatkan jadwal seleksi substansi selama satu hari. Artinya, 4 kegiatan proses seleksi harus saya ikuti dalam satu hari tersebut. Lebih enak kayak gini sih, stress n nervous nya Cuma satu hari J . jadwal seleksi saya hari kamis 19 November 2015 di Gedung Keuangan Negara Yogyakarta (lokasi seleksi bisa pilih sendiri yaah), lokasinya persis berhadapan dengan Taman Makam Pahlawan Yogyakarta.

Inilah jadwal seleksi saya teman2:

  1. 36-08.42 Verifikasi Dokumen
  2. 50-09.20 penulisan Essay on the spot
  3. 30-10.20 pelaksanaan LGD
  4. 20-15.00 wawancara

Beberapa hari sebelum pelaksanaan seleksi substansi saya rajin mengecek email karena semua informasi resmi dari LPDP disampaikan via email. So, saran saya selama masa penantian pengumuman email harus on.

Beberapa info seperti di bawah ini hanya bisa didownload via email:

Calon pelamar yang mengikuti seleksi di Yogyakarta sendiri kalau gak lupa sekitar 500 an orang. Awalnya saya kira bakal antri panjang, berjubel-jubel antar peserta, berpanas ria. Eits, ternyata pelaksanaan seleksi selama 3 hari dan SANGAT SISTEMATIS DAN TERORGANISIR. Pengaturan alur peserta dan jenis seleksi ditata sedemikian rapinya dan tertib dengan bantuan KOMPUTER. Peserta yang datang harus absen terlebih dahulu ke aplikasi presensi yang disediakan oleh LPDP di pintu masuk. Catatan penting: harus rajin baca petunjuk dan catat informasi penting dari LPDP. Absensi sendiri ada yang pakai no peserta, ada juga dengan scan barcode yang tercetak di kartu peserta. Dan usahakan datang 1 jam sebelum jadwal seleksi yang ditetapkan, karena saya sendiri seleksi wawancara maju 1 jam (yang aslinya pukul 14.20, tiba-tiba dipanggil maju wawancara pukul 13.20).

  1. Tahap verifikasi. Pastikan dokumen yang disyaratkan dimasukkan ke dalam map dan sesuai urutan yang diminta oleh pihak LPDP. Semua dokumen yang ditunjukkan kepada verifikator adalah dokumen yang ASLI, bukan LEGALISIR apalagi Fotokopian. Semua dokumen akan dikembalikan kepada peserta setelah diverifikasi oleh verifikator kecuali surat pernyataan bermaterai. Verifikasi berlangsung sekitar 6 menit dan kemudian diberikan stempel dan ttd oleh verifikator sebagai syarat menuju tahapan seleksi berikutnya.
  2. Tahap Essay. Tahap essay dan LGD dilaksanakan bersama dengan peserta lain dalam satu kelompok. Rata-rata tiap kelompok ada 10 orang. Kelompoknya akan diberitahukan via email yang melampirkan jadwal seleksi masing-masing individu dan keterangan jadwal seleksi serta nomor urut atau no kelompok. Saya sendiri masuk dalam kelompok 10B dan terdiri dari 10 orang dengan latar belakang pendidikan sarjana yang bervariasi. Penulisan essay berlangsung selama 30 menit dalam suatu ruangan khusus. Begitu masuk ruangan sudah ada satu petugas dan peserta diminta duduk di bangku yang telah disediakan dan sudah terdapat satu lembar kertas di atasnya. Intinya, peserta diperkenankan membuka kertas tersebut, mengisi identitas sesuai arahan dari petugas, dan memilih satu dari dua topik essay yang terdapat dalam kertas tersebut. Untuk rombongan essay saya mendapatkan topik tentang penggunaan gadget dan pelajar dibawah 17 tahun yang mengendarai sepeda motor. Saya sendiri memilih topik yang kedua yaitu pendapat saya mengenai banyaknya pelajar di bawah 17 tahun yang mengendarai sepeda motor.

 

Bagi teman-teman yang sudah berpengalaman dengan agenda diskusi, rapat-rapat, debate competition, atau even menulis yang lainnya pasti tidak akan menemukan kesulitan dalam melaksanakan tahap essay writing ini. Pengalaman saya dalam mengikuti bahtsul masail selama di pesantren, IFDC di Unsoed, diskusi kultural di PMII, agenda rapat-rapat organisasi dan sebagainya sangat membantu saya dalam berpendapat dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Aspek yang dinilai dalam essay ini (seingat saya) diantaranya penggunaan EYD yang baik dan benar, alur penyampaian pendapat, dan kedalaman analisa

Saran saya dalam penulisan essay, perhatikan baik-baik arahan dari petugas dalam ruangan, ikuti perintahnya, baca dengan seksama petunjuk pengisian yang terdapat dalam kertas. Oiya, essay ini cukup satu lembar kok, saya sendiri hanya sempat mengisi sekitar ‘3/4 lembar’.

 

  1. Tahap LGD. Setelah penulisan essay, rombongan saya diarahkan menuju ruang LGD yang berada di lantai yang sama dengan penulisan essay. Pastikan teman-teman sudah membawa kertas yang bertuliskan nama kalian untuk memudahkan observer menilai teman-teman dalam berdiskusi. Observer disini hanya mengamati kelompok yang berdiskusi, duduk tenang di ‘sudut’ yang diinginkan mereka, dan sama sekali tidak terlibat dalam diskusi tersebut. Rombongan saya sendiri sudah sepakat bahwa nanti selama diskusi semua peserta dalam kelompok secara berurutan menyampaikan pendapatnya. Dan kebetulan saya mendapatkan nomor urut ke-10, artinya saya menjadi peserta yang paling terakhir dalam menyampaikan pendapat. Sempat khawatir juga sih barangkali item-item yang akan saya sampaikan sudah keburu disampaikan oleh teman peserta yang lain.

Topik diskusi yang kelompok saya dapatkan (10B) adalah tentang ‘Konflik di Tolikara Papua pada hari raya idul fitri tahun 2014 lalu. Pada lembaran yang disediakan oleh penyelanggara seleksi dan diletakkan di atas meja terdapat cuplikan kasus yang terjadi, sekilas tentang toleransi beragama dan di kotak/kolom paling bawah terdapat poin yang diminta untuk didiskusikan yaitu ‘apa saja syarat yang dibutuhkan untuk menjaga toleransi umat beragam di Indonesia dan solusi apa yang dapat diterapkan untuk menjaga keutuhan Bhinneka Tunggal Ika?

Teman-teman peserta diperbolehkan membawa kertas kosong untuk mencatat poin yang akan disampaikan, tetapi DILARANG untuk mencoret-coret selebaran yang disediakan penyelenggara. LGD berlangsung selama 50 menit dan terasa sangat singkat teman-teman, saat masih asyik diskusi tiba-tiba observer menyampaikan bahwa waktu diskusi sebentar lagi selesai. Oiya pertimbangkan juga jumlah peserta yang hadir dalam diskusi kelompok dan alokasi waktu yang diberikan, kalau jumlah peserta 10 orang berarti masing-masing orang hanya diberikan waktu 5 menit untuk menyampaikan pendapatnya. Untuk rombongan saya sendiri, saat pelaksanaan LGD, ada 3 orang yang tidak hadir jadi kesempatan berpendapat pun lebih panjang.

Tips nya

  • jangan terlalu mendominasi, jangan terlalu pasif, dan perhatikan volume suara, apalagi jika tempat duduk teman-teman jauh dari observer, jangan memotong pembicaraan orang lain, jangan mengulang-ulang pendapat yang telah disampaikan, serta perhatikan peserta lain yang sedang berpendapat.
  1. Tahap Wawancara. Ini dia tahapan yang benar-benar disiapkan khusus untuk pribadi masing-masing peserta. Kali ini semua peserta menjalani seleksi sendirian, tidak rombongan seperti essay dan LGD. Saya sendiri kebagian jadwal seleksi pukul 14.20 akan tetapi ternyata dimajukan menjadi jam 13.20. Alhamdulillah saya sudah stand by di ruang tunggu dari jam 13.00. Oiya pada tahap wawancara ini semua dokumen juga harus dibawa. Karena maju satu jam lebih awal saya pun sempat nervous karena masih Bismillah, saya pun menuju ruangan wawancara. Saya kebagian meja 4 dan disana sudah ada 3 interviewer, satu bapak-bapak, dan dua ibu-ibu. Oiya saya sempat takut juga kebagian meja 4 ini karena teman saya yang satu kelompok diskusi sampai menangis setelah wawancara bersama tim interviewer di meja ini.

 

Saat masuk ruangan, peserta diminta menunjukkan kartu peserta terlebih dahulu ke admin dalam ruangan tersebut di dekat pintu masuk. Setelah itu, baru dipersilahkan menuju meja wawancara sesuai nomor yang ditetapkan LPDP. Begitu sampai di meja, jangan duduk dulu, tapi salam, sapa, dan minta ijin terlebih dahulu baru setelah dipersilahkan teman-teman dapat duduk. Dan inilah cuplikan wawancara saya kemarin:

  • Ditanya nama panjang dan nama panggilan
  • Udah kerja atau belum? Ini magangnya gimana maksudnya dan berapa lama?
  • Kalau belum kerja kok mau lanjut kuliah? kenapa gak kerja aja dulu?
  • Kamu pengen jadi dosen yah? Kenapa sih? Karena banyak tunjangannya n kerjaannya gak berat yah? *jlebjleb
  • Pengennya jadi dosen dimana? Kenapa disana? è disini lah saya nervous dan bingung, karena memang belum ada rencana mau jadi dosen dimana. Huhuhu
  • Saya lihat di formulir dan essay kamu, seharusnya kamu bisa apply ke LN, kenapa sih gak ke LN aja? è disini saya dan ibu pewawancara kedua saling ‘ngeyel’. Saya dibikin galau lagi kerana memang sebenarnya saya sangat tertarik kuliah di LN.
  • Kenapa kamu maunya ke UI?
  • Kespro yang dibahas apa aja sih?
  • Kamu bisa bahasa asing apa aja?
  • Beberapa pertanyaan dengan bahasa arab
  • Manfaat bidang studi kamu apa sih?
  • Rencana tesis nya bagaimana? Dan kontribusinya untuk pemerintah apa?
  • Seandainya gak lulus LPDP, masih mau kuliah?
  • Biaya kuliah s2 gimana kalau gak lulus LPDP?

Nah itulah beberapa pertanyaan wawancara yang masih saya ingat.

TIPSNYA

  • baca doa, rileks, utamakan tetap sopan dan santun terhadap interviewer , jawab dengan jujur dan meyakinkan interviewer tapi jangan mengada-ada, kuasai formulis, essay, dan rencana studi teman-teman semua, kontrol emosi agar tetap stabil, dan keep smile J

 

selesai sudah semua tahap seleksi substansi, saya pun langsung kembali ke tanah kelahiran ‘Kabupaten Tegal’ dan memulai masa penantian 20 hari sambil harap-harap cemas. Oiya satu TIPS lagi yang gak kalah penting yaitu MINTA DOA DAN RIDHO ORANG-ORANG KERAMAT. Siapakah mereka? Orang tua, ulama atau kyai, guru dan dosen, anak yatim, dan orang miskin. Selamat berproses memperjuangkan beasiswa LDPD dan Salam Sukses!!!!


2 responses to “Berbagi Cerita tentang LPDP (2)

  1. dhika mengatakan:

    semoga lulus dan sukses mbaaaa amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s