JURNAL SANTRI UNTUK NEGERI

Jendela Dunia

AKU KEMBAR?

pada Mei 18, 2016

 

Tidak baik dan bijak jika kita menerima suatu informasi mutlak adanya, tanpa ada proses analisis. Bukan berarti berprasangka buruk, hanya mencegah retaknya suatu hubungan karena ketidakbijakan kita dalam menyikapi suatu informasi

Di hari pertama aku masuk pesantren, mendadak aku punya KEMBARAN. Kembaran dari Jakarta. Aku pun bingung. Seingatku, aku satu-satunya anak pertama orang tuaku dari lahir hingga saat itu. Kalau pun ingin dianalogikan dengan skenario drama, rasanya MUSTAHIL aku punya kembaran, apalagi dari Jakarta. Seluruh keluarga besarku asli dari tegal, bermuqim di tegal, dan hanya satu atau dua yang muqimnya cukup syarat jama’ dan qashar. Tapi sejujurnya, pertanyaan teman baruku di pesantren sempat membuatku berpikir keras dan agak takut jika memang benar aku mempunyai kembaran. Melihat ekspresi mereka yang seakan yakin bahwa aku memang kembar dengan salah satu teman mereka. Akhirnya setelah aku didera rasa penasaran hingga berjam-jam, datanglah si calon kembaranku itu ke asrama dan disuruh masuk ke kamar santri baru dimana aku berada. Kupandangi dia, si kembaranku, yang menurutku cukup mirip di beberapa aspek. Tapi satu yang membuatku yakin 100% bahwa dia bukan kembaranku adalah kedua matanya. Aku sipit seperti abi dan dia tidak. Yah, tentunya bukan hanya kedua mata yang gak mirip. Banyak ketidakmiripan lainnya yang akhirnya terungkap setelah hidup bersama selama 6 tahun.

Ternyata takdir bersama kembaranku itu cukup unik. Dia bercerita bahwa keluarganya pun sudah bertemu dan berkenalan dengan orang tuaku di sebuah tempat penginapan sebelum dia masuk asrama. Dan kebersamaanku bersama dia, kembaranku, berlangsung selama 6 tahun dan semoga tetap berhubungan dengan baik hingga nanti.

Teruntuk kembaranku yang sekarang sudah pulang dari Yaman, 4 tahun telah berlalu namun kita tak juga bertemu, rindu ku untukmu, sukes selalu, sampai bertemu kembali sahabatku.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: