JURNAL SANTRI UNTUK NEGERI

Jendela Dunia

Masa Orientasi Santri

pada Mei 18, 2016

MOS ‘Masa Orientasi Santri’ di pesantrenku cukup unik. MOS dikhususkan semua santri yang baru masuk, baik masuk sebagai siswa SD, SMP, ataupun SMA. MOS ini berlangsung selama satu minggu dan banyak ke-ALAY-an yang sungguh kreatif terjadi :D dan MOS pada tahun 2005 itu juga spesial, karena menjadi MOS yang terakhir dilaksanakan di pesantrenku.

Kreativitas sangat mengagumkan, karena dapat mengubah hal-hal yang biasa menjadi luar biasa, pun termasuk mengubah image MOS/OSPEK. 

beberapa kreativitas panitia MOS antara lain:

  • Jalan bebek pakai topi dari koran. Emang deh panitia MOS nya top banget, kreativitasnya tanpa batas. Semua santri diminta bikin topi adat (seingetku dari pulau Sumatera) dari koran dan ‘untungnya’ ada satu kakak tingkat yang tau bagaimana caranya bikin topi. Then, disuruh jalan gaya bebek pakai topi yang sudah dibuat.
  • Disuruh nangis dan dikumpulin di ember. So, terpaksa deh aku mulai mendramatisir kondisiku saat itu, meratapi nasib karena jauh dari orang tua, mau pulang pun gak mungkin, gak bawa uang, belum tau celah-celah untuk kabur dari pesantren, gak ada HP, dan belum ada medsos seperti sekarang.

  • Topi kardus, 2 in 1. Part yang satu ini sih aku gak harus pakai, karena dikhususkan untuk santri yang belum beruntung karena gak bisa buat topi dari koran. So, 1 topi kardus untuk berdua, so sweet banget kan?
  • jawa ‘ERROR’. Jadi ceritanya, seluruh santri yang ikut MOS diminta berhitung dengan menggunakan bahasa jawa ‘kromo’. Insiden pun terjadi ketika seorang teman (yang selanjutnya pernah jadi teman sebangku saat SMP) dari sorong, Papua yang dapat giliran untuk menyebutkan angka ‘sebelas’ versi jawa, “setunggal welas” katanya. Alhasil kita pun tertawa and thanks to my friend for making me laugh
  • ngapak ngapak. Well, this is special part for me. Sudah menjadi sebuah pengetahuan umum bahwa TEGAL=NGAPAK-NGAPAK. Alhasil saat sesi perkenalan aku diminta memperkanalkan diri menggunakan bahasa tegal dan sukses membuat semua tim kreatif ‘MOS’ tertawa layaknya habis nonton komedi. But it was my lucky, so everyone know me
  • ngitung pohon palem, sebenarnya kurang kerjaan juga disuruh ngitung pohon palem yang ada di lingkungan pesantren, tapi ternyata tujuan disuruhnya santri baru menghitung pohon palem adalah melatih daya ingat, melatih kesabaran, dan tentunya proses mengenal apa-apa yang ada dalam lingkungan pesantren (ini ngeles banget ya :D).
  • minta tanda tangan, tanda tangan guru ataupun kakak tingkat di asrama. Ini yang cukup menantang dan melelahkan, karena belum banyak orang-orang di lingkungan pesantren yang santri baru kenal. Jadi sering dikerjain deh, tapi seru, akhirnya bisa kenal banyak orang di pesantren.
  • jerit malam, ini yang paling serem haha. Skenario yang dibikin panitia MOS juga keren banget. Kurang lebih seperti ini detailnya. Kita disuruh pergi ngambil kursi satu per satu di ruangan kelas yang berada di lantai 3 dan gelap semua. Karena kita masih baru dan belum tahu apa-apa tentang lingkungan di pesantren jadi makin nambah horror semua. Nah, di tengah-tengah kengerian itu, tiba-tiba ada dua kakak tingkat (yang juga salah satu panitia MOS) bertengkar (lupa, alasannya bertengkarnya apa), dan salah satu nya asmanya kambuh. Panitia yang lain sukses bikin semuanya tegang, khawatir, takut dan rame-rame menolong kakak tingkat tersebut. Ada yang bisikin, “Mba, istighfar mba….”, “Mba… nyebut mba, nyebut….”. ada juga yang berusaha nuntun mbaknya untuk bersyahadat. Ada yang sibuk ngasih minyak putih dan ngipas-ngipasin mbaknya. Suasana mencekam ini berlangsung selama kurang lebih setengah jam. Hingga tiba-tiba satu kakak tingkat tertawa terpingkal-pingkal melihat kepanikan santri baru dan akhirnyaaaaa selesai sudah drama di malam itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s